By Kloe on September 1, 2011
Spektrofluorometri mengukur intensitas emisi dari larutan yang dapat diperkuat langsung. Spektra ini lebih spesifik karena adanya spektra emisi (fluoresensi) disamping spektra eksitasi (yang dapat disamakan dengan spektra absorpsi pada spektrofotometri). Radiasi eksitasi maupun radiasi fluoresensi, umumnya diukur pada rentang λmax 200-700nm. Pengukuran harus menggunakan pelarut yang dapat melewatkan seluruh radiasi eksitasi. Radiasi ultraviolet dan sinar [...]
Posted in Kimia | Tagged Analisis, Kimia, Spektrofluorometri, Spektroskopi |
By Kloe on May 25, 2011
Metode Pembuatan Suppositoria dapat dilakukan dengan beberapa metode yaitu pencetakan dengan tangan, pencetakan kompresi, dan pencetakan dengan penuangan. 1. Pencetakan dengan tangan (manual) Pencetakan dengan tangan (manual) merupakan metode paling sederhana, praktis dan ekonomis untuk memproduksi sejumlah kecil suppositoria. Caranya dengan menggerus bahan pembawa / basis sedikit demi sedikit dengan zat aktif, di dalam mortir [...]
Posted in Farmasetika | Tagged Metode, Pembuatan, Suppositoria |
By Kloe on May 21, 2011
Basis Suppositoriayang penting dari kelompok Basis Larut Air / Campur dengan Air ini adalah basis gelatin tergliserinasi dan basis polietilen glikol (PEG). Basis gelatin tergliserinasi terlalu lunak untuk dimasukkan dalam rektal sehingga hanya digunakan melalui vagina (umum) dan uretra. Basis ini melarut dan bercampur dengan cairan tubuh lebih lambat dibandingkan dengan oleum cacao sehingga cocok [...]
Posted in Farmasetika | Tagged Basis Campur dengan Air, Basis Larut Air, Basis Suppo, Suppositoria |
By Kloe on May 21, 2011
Bentuk Sediaan Suppositoriamemiliki kelebihan dan kekurangan antara lain : Kelebihan Suppositoria Dapat digunakan untuk obat yang tidak bisa diberikan melalui rute oral karena gangguan saluran cerna seperti mual, pasien dalam keadaan tidak sadar, atau pada saat pembedahan. Dapat diberikan pada bayi, anak-anak, lansia yang susah menelan, dan pasien gangguan mental Zat aktif tidak sesuai melalui [...]
Posted in Farmasetika | Tagged Kekurangan, Kelebihan, Suppositoria |
By Kloe on May 20, 2011
Basis berlemak merupakan basis suppositoria yang paling banyak dipakai, terdiri dari oleum cacao, dan macam-macam asam lemak yang dihidrogenasi dari minyak nabati seperti minyak palem dan minyak biji kapas. Menurut USP, oleum cacao merupakan lemak yang diperoleh dari biji Theobroma cacao yang dipanggang. Secara kimia adalah trigliserida yang terdiri dari oleapalmitostearin dan oleo distearin. Pada [...]
Posted in Farmasetika | Tagged Basis Lemak, Basis Suppo, Oleum Cacao, Suppositoria |
By Kloe on May 18, 2011
Dosis obat suppositoriayang digunakan melalui rektum mungkin lebih besar atau lebih kecil daripada obat yang dipakai secara oral, tergantung kepada faktor-faktor seperti keadaan tubuh pasien, sifat fisika kimia obat dan kemampuan obat melewati penghalang fisiologi untuk absorpsi dan sifat basis suppositoria serta kemampuannya melepaskan obat supaya siap untuk diabsorpsi. Faktor-faktor yang mempengaruhi absorpsi obat dalam [...]
Posted in Farmakokinetika, Farmasetika | Tagged Absorpsi, Obat, Suppositoria |