Browse: Home / Farmasetika
By Kloe on May 7, 2011
Umumnya dosis suppositoria pada pemberian rektal besarnya 1,5-2 kali atau lebih dosis oral kecuali untuk obat-obat keras. Dosis yang benar tergantung pada kecepatan pelepasan obat dari suppositoria. Ini berarti basis suppo dan jumlah obat harus dipertimbangkan secara bersamaan. Karena pembawa dapat merubah kecepatan absorbsi obat jumlah obat yang diberikan dalam suppo tergantung pada pembawa dan [...]
Posted in Farmasetika | Tagged Efek Obat, Obat, Supppositoria |
By Kloe on May 6, 2011
Suppositoriadapat dibagi menjadi beberapa jenis suppositoria berdasarkan penggunaannya dan bahan pembawanya/basisnya, antara lain : Berdasarkan Penggunaan : 1. Suppositoria rektal. Suppositoria rektal untuk dewasa berbentuk lonjong pada satu atau kedua ujungnya dan biasanya berbobot lebih kurang 2 g. 2. Suppositoria vaginal. Umumnya berbentuk bulat atau bulat telur dan berbobot lebih kurang 5 g, dibuat dari [...]
Posted in Farmasetika | Tagged Jenis Suppositoria, Obat, Sediaan, Sediaan Solida, Supppositoria |
By Kloe on May 5, 2011
Menurut Farmakope Indonesia IV Suppositoria adalah sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk, yang diberikan melalui rektal, vagina atau uretra. Umumnya meleleh, melunak atau melarut pada suhu tubuh. Suppositoria vaginal (ovula) umumnya berbentuk bulat atau bulat telur dan berbobot lebih kurang 5 g, dibuat dari zat pembawa yang larut dalam air atau yang dapat bercampur [...]
Posted in Farmasetika | Tagged Ovula, Sediaan Solida, Supppositoria |
By Kloe on April 20, 2011
Salep, apapun jenis salep dan berapa ukurannya, pada umumnya Pembuatan salep dilakukan dengan dua metode : a. Pencampuran Dalam metode pencampuran, komponen dari salep dicampur bersama-sama dengan segala cara sampai sediaan yang rata tercapai. .gplus #___plusone_0, .gplus #___plusone_1,.gplus #___plusone_2, .gplus #___plusone_3, .gplus #___plusone_4, .gplus #___plusone_5, .gplus #___plusone_6, .gplus #___plusone_7, .gplus #___plusone_8, .gplus #___plusone_9, .gplus #___plusone_10 [...]
Posted in Farmasetika | Tagged Metode Fusion, Metode Triturasi, Obat, Pembuatan Salep, Salep |
By Kloe on April 18, 2011
Ada 4 aturan umum pembuatan salep, antara lain : Zat yang dilarutkan dalam dasar salep dilarutkan bila perlu dengan pemanasan rendah. Pada umumnya kelarutan obat yang ditambahkan dalam salep lebih besar dalam minyak lemak daripada dalam vaselin misalnya kamfora, mentol, fenolum, timolum dan guayakolum dilarutkan dengan cara digerus dalam mortir dengan minyak lemak. Bila dasar [...]
Posted in Farmasetika | Tagged Obat, Pembuatan Salep, Salep |
By Kloe on April 16, 2011
Dasar salep yang dapat dicuci air Dasar salep ini adalah emulsi minyak dalam air (sering disebut krim) dan dinyatakan “dapat dicuci dengan air” karena mudah dicuci dengan air dari kulit dan pakaian sehingga lebih dapat diterima sebagai dasar kosmetik. Beberapa .gplus #___plusone_0, .gplus #___plusone_1,.gplus #___plusone_2, .gplus #___plusone_3, .gplus #___plusone_4, .gplus #___plusone_5, .gplus #___plusone_6, .gplus #___plusone_7, [...]
Posted in Farmasetika | Tagged Basis Salep, Dasar Salep Dicuci air, Dasar Salep Larut Air, Obat, Salep |