<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dunia Farmasi</title>
	<atom:link href="http://duniafarmasi.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://duniafarmasi.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Dec 2011 13:22:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2</generator>
		<item>
		<title>SPEKTROFLUOROMETRI</title>
		<link>http://duniafarmasi.com/kimia/spektrofluorometri</link>
		<comments>http://duniafarmasi.com/kimia/spektrofluorometri#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Sep 2011 04:31:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kloe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[Analisis]]></category>
		<category><![CDATA[Spektrofluorometri]]></category>
		<category><![CDATA[Spektroskopi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.pharmacy-science.com/?p=304</guid>
		<description><![CDATA[Spektrofluorometri mengukur intensitas emisi dari larutan yang dapat diperkuat langsung.  Spektra ini lebih spesifik karena adanya spektra emisi (fluoresensi) disamping spektra eksitasi (yang dapat disamakan dengan spektra absorpsi pada spektrofotometri). Radiasi eksitasi maupun radiasi fluoresensi, umumnya diukur pada rentang λmax 200-700nm. Pengukuran harus menggunakan pelarut yang dapat melewatkan seluruh radiasi eksitasi. Radiasi ultraviolet dan sinar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://duniafarmasi.com/kimia/spektrofluorometri"><strong>Spektrofluorometri</strong></a> mengukur intensitas emisi dari larutan yang dapat diperkuat langsung.  Spektra ini lebih spesifik karena adanya spektra emisi (fluoresensi) disamping spektra eksitasi (yang dapat disamakan dengan spektra absorpsi pada spektrofotometri). Radiasi eksitasi maupun radiasi fluoresensi, umumnya diukur pada rentang λmax 200-700nm. Pengukuran harus menggunakan pelarut yang dapat melewatkan seluruh radiasi eksitasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Radiasi ultraviolet dan sinar tampak diabsorpsi oleh molekul organik aromatik atau molekul yang mengandung elektron p terkonyugasi<span id="more-304"></span> dan/atau atom yang mengandung elektron n yang mempunyai derajat stabilitas resonansi tinggi, menyebabkan elektron valensi tereksitasi ke tingkat vibrasi tinggi dari tingkat tereksitasi elektron tingkat pertama. Transisi elektron dari tingkat tereksitasi elektron singlet pertama ke tingkat dasar, disertai pembebasan energi radiasi dengan panjang gelombang yang lebih panjang daripada panjang gelombang yang diabsorpsi. Intensitas fluoresensi sebanding dengan banyaknya molekul yang mengemisikan radiasi, dapat digunakan untuk analisis kuantitatif senyawa fluorofor.</p>
<p style="text-align: justify;">Bergantung pada struktur kimia zat aktif yang akan dianalisis. Struktur kimia yang berfluoresensi ialah struktur aromatik, atau struktur yang mengandung ikatan rangkap terkonjugasi, yaitu elektron π dan n dalam dua ikatan rangkap atau lebih. Dalam molekul tersebut terdapat sejumlah elektron yang memiliki mobilitas lebih tinggi dibanding elektron lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mobilitas elektron ini dipengaruhi oleh gugus subtituen pada molekul tersebut. Gugus subtituen yang memberikan kebebasan kepada elektron π adalah gugus pengarah orto- dan para-, seperti –NH<sub>2</sub>, -OH, -F, -OCH<sub>3</sub>, -NHCH<sub>3</sub>, -N(CH<sub>3</sub>)<sub>2</sub>, serta –CN (meskipun –CN pengarah meta-). Sedangkan, pada sistem heterosiklik dipengaruhi oleh atom hetero, seperti atom O, N, S. Gugus yang mengurangi fluoresensi adalah gugus pengarah meta-, seperti –Cl, -Br, -I, -NHCOCH<sub>3</sub>, dan –COOH.</p>
<p style="text-align: justify;">Senyawa kimia ada yang berfluoresesnsi secara alami, tetapi pada yang tidak berfluoresensi atau intensitas fluoresensinya lemah dapat dibangkitkan fluoresensinya dengan suatu reaksi kimia untuk mengubah strukturnya atau menyambungkan molekul tersebut dengan molekul lain yang berfluoresensi kuat.</p>
<p style="text-align: justify;">Intensitas fluoresensi suatu senyawa tergantung pada efisiensi fluoresensi, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya struktur molekul dengan gugus fungsi yang menunjang dan lingkungannya, pelarut dan zat terlarut didalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Kegunaan</span></strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Analisis kualitatif    :  panjang gelombang eksitasi dan fluoresensi dalam pelarut dan pH tertentu</li>
<li>Analisis kuantitatif :  untuk suatu fluorofor, F = f C (pada konsentrasi kecil), diperlukan larutan standar acuan, memungkinkan analisis dengan penambahan standar (standard addition method) untuk menghindarkan gangguan dari matriks. Untuk penentuan kadar, kepekaan metode fluoresensi lebih tinggi dari spektrofotometri ultraviolet-sinar tampak.</li>
<li>Di bidang kimia polimer ; untuk mendeteksi dan mengidentifikasi komponen lastik</li>
<li>Bahan fluoresen dapat larut dalam larutan maupun bahan padat, misal : bahan dasar plastik, yang dapat dideteksi oleh radioaktif.</li>
<li>Uji kemurnian, misal : oksidasi kemurnian pada proetilen dan polipropilen.</li>
<li>Di bidang biologi ; uji struktur tersier protein dalam bentuk 3 dimensi</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Penentuan Kadar</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Penentuan kuantitatif dilakukan dengan membandingkan intensitas fluoresensi zat dalam larutan sampel terhadap intensitas fluoresensi zat dalam larutan baku. Pada konsentrasi fluofor yang rendah, intensitas fluoresensi sebanding dengan konsentrasi fluofor. Untuk perhitungan digunakan fluoresensi larutan sampel dibandingkan dengan fluoresensi larutan baku. Setelah keduanya dikoreksi terhadap Fluoresensi Latar Belakang (FLB), konsentrasi larutan sampel dihitung dengan rumus:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://duniafarmasi.com/kimia/spektrofluorometri" target="_blank"><img class="aligncenter" style="margin-top: 1px; margin-bottom: 1px; border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; border-width: 0px;" title="Perhitungan Spektrofluorometri" src="http://i1197.photobucket.com/albums/aa421/Bloggingers/Dunia%20Farmasi/spektrofluoro.png" alt="SPEKTROFLUOROMETRI" width="262" height="75" border="0" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Pada penentuan kadar yang tidak langsung, dimana penurunan fluoresensi sebanding dengan naiknya konsentrasi zat yang memadamkan fluoresensi, maka intensitas fluoresensi digantikan dengan –log[Intensitas fluoresensi].</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://duniafarmasi.com/fisika/azeotrop" rel="bookmark" class="crp_title">Azeotrop</a></li><li><a href="http://duniafarmasi.com/kimia/titrasi" rel="bookmark" class="crp_title">Titrasi</a></li><li><a href="http://duniafarmasi.com/info/bpom-peringatan-publik-tentang-kantong-plastik-kresek" rel="bookmark" class="crp_title">BPOM : PERINGATAN PUBLIK TENTANG KANTONG PLASTIK &quot;KRESEK&quot;</a></li><li><a href="http://duniafarmasi.com/farmakokinetika/kajian-ketersediaan-hayati-parameter" rel="bookmark" class="crp_title">Kajian Ketersediaan Hayati [parameter]</a></li><li><a href="http://duniafarmasi.com/farmasetika/basis-larut-air-suppositoria" rel="bookmark" class="crp_title">Basis Larut Air (Suppositoria)</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniafarmasi.com/kimia/spektrofluorometri/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>METODE PEMBUATAN SUPPOSITORIA</title>
		<link>http://duniafarmasi.com/farmasetika/metode-pembuatan-suppositoria</link>
		<comments>http://duniafarmasi.com/farmasetika/metode-pembuatan-suppositoria#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 May 2011 04:57:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kloe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Farmasetika]]></category>
		<category><![CDATA[Metode]]></category>
		<category><![CDATA[Pembuatan]]></category>
		<category><![CDATA[Suppositoria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.pharmacy-science.com/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[Metode Pembuatan  Suppositoria dapat dilakukan dengan beberapa metode yaitu pencetakan dengan tangan, pencetakan kompresi, dan pencetakan dengan penuangan. 1. Pencetakan dengan tangan (manual) Pencetakan dengan tangan (manual) merupakan metode paling sederhana, praktis dan ekonomis untuk memproduksi sejumlah kecil suppositoria. Caranya dengan menggerus bahan pembawa / basis sedikit demi sedikit dengan zat aktif, di dalam mortir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://duniafarmasi.com/farmasetika/metode-pembuatan-suppositoria"><em><strong>Metode Pembuatan  Suppositoria</strong></em></a> dapat dilakukan dengan beberapa metode yaitu pencetakan dengan tangan, pencetakan kompresi, dan pencetakan dengan penuangan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. </strong><strong>Pencetakan dengan tangan (manual)</strong></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>Pencetakan dengan tangan</em> (manual) merupakan metode paling sederhana, praktis dan ekonomis untuk memproduksi sejumlah kecil suppositoria. Caranya dengan menggerus bahan pembawa / basis sedikit demi sedikit dengan zat aktif, di dalam mortir hingga homogen. Kemudian <span id="more-205"></span>massa suppositoria yang mengandung zat aktif digulung menjadi bentuk silinder lalu dipotong-potong sesuai diameter dan panjangnya. Zat aktif dicampurkan dalam bentuk serbuk halus atau dilarutkan dalam air. Untuk mencegah melekatnya bahan pembawa pada tangan, dapat digunakan talk.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. </strong><strong>Pencetakan dengan kompresi / cetak kempa / cold compression</strong></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Pada<em> pencetakan dengan kompresi</em>, suppositoria dibuat dengan mencetak massa yang dingin ke dalam cetakan dengan bentuk yang diinginkan. Alat kompresi ini terdapat dalam berbagai kapasitas yaitu 1,2 dan 5 g. Dengan metode kompresi, dihasilkan suppositoria yang lebih baik dibandingkan cara pertama, karena metode ini dapat mencegah sedimentasi padatan yang larut dalam bahan pembawa suppositoria. Umumnya metode ini digunakan dalam skala besar produksi dan digunakan untuk membuat suppositoria dengan pembawa lemak coklat / oleum cacao. Beberapa basis yang dapat digunakan adalah campuran PEG 1450 – heksametriol-1,2,6 6% dan 12% polietilen oksida 4000.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. </strong><strong>Pencetakan dengan penuangan / cetak tuang / fusion</strong></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>Metode pencetakan dengan penuangan</em> sering juga digunakan untuk pembuatan skala industri. Teknik ini juga sering disebut sebagai teknik pelelehan. Cara ini dapat dipakai untuk membuat suppositoria dengan hampir semua pembawa. Cetakannya dapat digunakan untuk membuat 6 &#8211; 600 suppositoria. Pada dasarnya langkah-langkah dalam metode ini ialah melelehkan bahan pembawa dalam penangas air hingga homogen, membasahi cetakan dengan lubrikan untuk mencegah melekatnya suppositoria pada dinding cetakan, menuang hasil leburan menjadi suppo, selanjutnya pendinginan bertahap (pada awalnya di suhu kamar, lalu pada lemari pendingin bersuhu 7-10 <sup>0</sup>C, lalu melepaskan suppo dari cetakan. Cetakan yang umum digunakan sekarang terbuat dari baj a tahan karat, aluminium, tembaga atau plastik.</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Cetakan yang dipisah dalam sekat-sekat, umumnya dapat dibuka secara membujur. Pada waktu leburan dituangkan cetakan ditutup dan kemudian dibuka lagi saat akan mengeluarkan suppositoria yang sudah dingin. Tergantung pada formulasinya, cetakan suppo mungkin memerlukan lubrikan sebelum leburan dimasukkan ke dalamnya, supaya memudahkan terlepasnya suppo dari cetakan. Bahan-bahan yang mungkin menimbulkan iritasi terhadap membran mukosa seharusnya tidak digunakan sebagai lubrikan</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://duniafarmasi.com/farmasetika/jenis-jenis-suppositoria" rel="bookmark" class="crp_title">Jenis-jenis Suppositoria</a></li><li><a href="http://duniafarmasi.com/farmasetika/basis-berlemak-suppositoria" rel="bookmark" class="crp_title">Basis berlemak (suppositoria)</a></li><li><a href="http://duniafarmasi.com/farmasetika/basis-suppositoria" rel="bookmark" class="crp_title">Basis Suppositoria</a></li><li><a href="http://duniafarmasi.com/farmasetika/pembuatan-salep" rel="bookmark" class="crp_title">Pembuatan Salep</a></li><li><a href="http://duniafarmasi.com/farmasetika/dosis-dan-tujuan-penggunaan-suppositoria" rel="bookmark" class="crp_title">Dosis dan Tujuan Penggunaan Suppositoria</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniafarmasi.com/farmasetika/metode-pembuatan-suppositoria/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Basis Larut Air (Suppositoria)</title>
		<link>http://duniafarmasi.com/farmasetika/basis-larut-air-suppositoria</link>
		<comments>http://duniafarmasi.com/farmasetika/basis-larut-air-suppositoria#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 May 2011 11:55:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kloe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Farmasetika]]></category>
		<category><![CDATA[Basis Campur dengan Air]]></category>
		<category><![CDATA[Basis Larut Air]]></category>
		<category><![CDATA[Basis Suppo]]></category>
		<category><![CDATA[Suppositoria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.pharmacy-science.com/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[Basis Suppositoriayang penting dari kelompok Basis Larut Air / Campur dengan Air ini adalah basis gelatin tergliserinasi dan basis polietilen glikol (PEG). Basis gelatin tergliserinasi terlalu lunak untuk dimasukkan dalam rektal sehingga hanya digunakan melalui vagina (umum) dan uretra. Basis ini melarut dan bercampur dengan cairan tubuh lebih lambat dibandingkan dengan oleum cacao sehingga cocok [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Basis Suppositoriayang penting dari kelompok <a href="http://duniafarmasi.com/farmasetika/basis-larut-air-suppositoria"><strong>Basis Larut Air / Campur dengan Air</strong></a> ini adalah <strong>basis gelatin tergliserinasi</strong> dan <strong>basis polietilen glikol</strong> <strong>(PEG)</strong>. Basis gelatin tergliserinasi terlalu lunak untuk dimasukkan dalam rektal sehingga hanya digunakan melalui vagina (umum) dan uretra. Basis ini melarut dan bercampur dengan cairan tubuh lebih lambat dibandingkan dengan oleum cacao sehingga cocok untuk sediaan lepas lambat. Basis ini menyerap air karena gliserin yang higroskopis. Oleh karena itu, <span id="more-234"></span>saat akan dipakai, <em>suppositoria harus dibasahi terlebih dahulu dengan air</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Polietilen glikol (PEG) merupakan polimer dari etilen oksida dan air, dibuat menjadi bermacam-macam panjang rantai, berat molekul dan sifat fisik. Polietilen glikol tersedia dalam berbagai macam berat molekul mulai dari 200 sampai 8000. PEG yang umum digunakan adalah PEG 200, 400, 600, 1000, 1500, 1540, 3350, 4000, 6000 dan 8000. Pemberian nomor menunjukkan berat molekul rata-rata dari masing-masing polimernya. Polietilen glikol yang memiliki berat molekul rata-rata 200, 400, 600 berupa cairan bening tidak berwarna dan yang mempunyai berat molekul rata-rata lebih dari 1000 berupa lilin putih, padat dan kekerasannya bertambah dengan bertambahnya berat molekul. Basis polietilen glikol dapat dicampur dalam berbagai perbandingan dengan cara melebur, dengan memakai dua jenis PEG atau lebih untuk memperoleh basis suppo dengan konsistensi dan karakteristik yang diinginkan. PEG menyebabkan pelepasan lebih lambat dan memiliki titik leleh lebih tinggi daripada suhu tubuh. Penyimpanan PEG tidak perlu di kulkas dan dapat dalam penggunaan dapat dimasukkan secara perlahan tanpa kuatir suppo akan meleleh di tangan (hal yang umum terjadi pada basis lemak). <em> </em></p>
<p style="text-align: justify;">Suppositoria dengan polietilen glikol tidak melebur ketika terkena suhu tubuh, tetapi perlahan­-lahan melarut dalam cairan tubuh. Oleh karena itu basis ini tidak perlu diformulasi supaya melebur pada suhu tubuh. Jadi boleh saja dalam pengerjaannya, menyiapkan suppositoria dengan campuran PEG yang mempunyai titik lebur lebih tinggi daripada suhu tubuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Keuntungannya, tidak memungkinkan perlambatan pelepasan obat dari basis begitu suppo dimasukkan, tetapi juga menyebabkan penyimpanan dapat dilakukan di luar lemari es dan tidak rusak bila terkena udara panas. Suppo dengan basis PEG harus dicelupkan ke dalam air untuk mencegah rangsangan pada membran mukosa dan rasa “menyengat”, terutama pada kadar air dalam basis yang kurang dari 20%.</p>
<p style="text-align: justify;">Keuntungan basis PEG :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<ol>
<li>stabil dan inert</li>
<li>polimer PEG tidak mudah terurai.</li>
<li>Mempunyai rentang titik leleh dan kelarutan yang luas sehingga memungkinkan formula suppo dengan berbagai derajat kestabilan panas dan laju disolusi yg berbeda</li>
<li>Tidak membantu pertumbuhan jamur</li>
</ol>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Kerugian basis PEG:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<ol>
<li>secara kimia lebih reaktif daripada basis lemak.</li>
<li>dibutuhkan perhatian lebih untuk mencegah kontraksi volume yang membuat bentuk suppo rusak</li>
<li>kecepatan pelepasan obat larut air menurun dengan meningkatnya jumlah PEG dgn BM tinggi.</li>
<li>cenderung lebih mengiritasi mukosa drpd basis lemak.</li>
</ol>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Kombinasi jenis PEG dapat digunakan sebagai basis supo dan memberikan keuntungan sebagai berikut :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<ol>
<li>titik lebur supo dapat meningkat sehingga lebih tahan terhadap suhu ruangan yang hangat.</li>
<li>pelepasan obat tidak tergantung dari titik lelehnya.</li>
<li>stabilitas fisik dalam penyimpanan lebih baik.</li>
<li>sediaan supo akan segera bercampur dengan cairan rektal.</li>
</ol>
</ol>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://duniafarmasi.com/farmasetika/basis-suppositoria" rel="bookmark" class="crp_title">Basis Suppositoria</a></li><li><a href="http://duniafarmasi.com/farmasetika/suppositoria" rel="bookmark" class="crp_title">Suppositoria</a></li><li><a href="http://duniafarmasi.com/farmasetika/basis-berlemak-suppositoria" rel="bookmark" class="crp_title">Basis berlemak (suppositoria)</a></li><li><a href="http://duniafarmasi.com/farmasetika/jenis-jenis-suppositoria" rel="bookmark" class="crp_title">Jenis-jenis Suppositoria</a></li><li><a href="http://duniafarmasi.com/farmakokinetika/absorpsi-rektal" rel="bookmark" class="crp_title">Absorpsi Rektal</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniafarmasi.com/farmasetika/basis-larut-air-suppositoria/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelebihan Dan Kekurangan Suppositoria</title>
		<link>http://duniafarmasi.com/farmasetika/kelebihan-kekurangan-suppo</link>
		<comments>http://duniafarmasi.com/farmasetika/kelebihan-kekurangan-suppo#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 May 2011 08:28:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kloe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Farmasetika]]></category>
		<category><![CDATA[Kekurangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kelebihan]]></category>
		<category><![CDATA[Suppositoria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.pharmacy-science.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Bentuk Sediaan Suppositoriamemiliki kelebihan dan kekurangan antara lain : Kelebihan Suppositoria Dapat digunakan untuk obat yang tidak bisa diberikan melalui rute oral karena gangguan saluran cerna seperti mual, pasien dalam keadaan tidak sadar, atau pada saat pembedahan. Dapat diberikan pada bayi, anak-anak, lansia yang susah menelan, dan pasien gangguan mental Zat aktif tidak sesuai melalui [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bentuk Sediaan Suppositoriamemiliki kelebihan dan kekurangan antara lain :</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;"><a href="http://duniafarmasi.com/farmasetika/kelebihan-kekurangan-suppo"><strong>Kelebihan Suppositoria</strong></a></span></p>
<ul style="text-align: justify;">
<ul>
<li>Dapat digunakan untuk obat yang tidak bisa diberikan melalui rute oral karena gangguan saluran cerna seperti mual, pasien dalam keadaan tidak sadar, atau pada saat pembedahan.</li>
<li>Dapat diberikan pada bayi, anak-anak, lansia yang susah menelan, dan pasien gangguan mental</li>
<li>Zat aktif tidak sesuai melalui rute oral, misal karena efek samping pada saluran cerna, atau mengalami <em>First Pass Effect </em>(FPE)</li>
<li>Dapat mengurangi pengaruh pH lambung, enzim lambung (yang merusak zat aktif), mencegah inaktivasi zat aktif yang sudah diserap ke peredaran darah oleh hati (bahan yang terserap di bag. akhir usus langsung menuju vena cava dan sebagian besar oleh vena haemoroidales superior menuju vena porta dan hati).</li>
</ul>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;"><a href="http://duniafarmasi.com/farmasetika/kelebihan-kekurangan-suppo">Kekurangan Suppositoria</a></span></strong></p>
<ul>
<ul>
<li style="text-align: justify;">Daerah absorpsinya lebih kecil</li>
<li style="text-align: justify;">Absorpsi hanya melalui difusi pasif</li>
<li style="text-align: justify;">Pemakaian kurang praktis</li>
<li style="text-align: justify;">Tidak dapat digunakan untuk zat-zat yang rusak oleh pH di rektum</li>
</ul>
</ul>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://duniafarmasi.com/farmakokinetika/absorpsi-rektal" rel="bookmark" class="crp_title">Absorpsi Rektal</a></li><li><a href="http://duniafarmasi.com/farmasetika/masalah-dalam-pencetakan-tablet" rel="bookmark" class="crp_title">Masalah dalam Pencetakan Tablet</a></li><li><a href="http://duniafarmasi.com/farmasetika/dosis-dan-tujuan-penggunaan-suppositoria" rel="bookmark" class="crp_title">Dosis dan Tujuan Penggunaan Suppositoria</a></li><li><a href="http://duniafarmasi.com/farmasetika/jenis-jenis-suppositoria" rel="bookmark" class="crp_title">Jenis-jenis Suppositoria</a></li><li><a href="http://duniafarmasi.com/info/waktu-minum-obat" rel="bookmark" class="crp_title">Waktu minum obat</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniafarmasi.com/farmasetika/kelebihan-kekurangan-suppo/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Basis berlemak (suppositoria)</title>
		<link>http://duniafarmasi.com/farmasetika/basis-berlemak-suppositoria</link>
		<comments>http://duniafarmasi.com/farmasetika/basis-berlemak-suppositoria#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 May 2011 11:48:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kloe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Farmasetika]]></category>
		<category><![CDATA[Basis Lemak]]></category>
		<category><![CDATA[Basis Suppo]]></category>
		<category><![CDATA[Oleum Cacao]]></category>
		<category><![CDATA[Suppositoria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.pharmacy-science.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[Basis berlemak merupakan basis suppositoria yang paling banyak dipakai, terdiri dari oleum cacao, dan macam-macam asam lemak yang dihidrogenasi dari minyak nabati seperti minyak palem dan minyak biji kapas. Menurut USP, oleum cacao merupakan lemak yang diperoleh dari biji Theobroma cacao yang dipanggang. Secara kimia adalah trigliserida yang terdiri dari oleapalmitostearin dan oleo distearin. Pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://duniafarmasi.com/farmasetika/basis-berlemak-suppositoria">Basis berlemak</a></strong> merupakan basis suppositoria yang paling banyak dipakai, terdiri dari oleum cacao, dan macam-macam asam lemak yang dihidrogenasi dari minyak nabati seperti minyak palem dan minyak biji kapas.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut USP, <strong><a href="http://duniafarmasi.com/farmasetika/basis-berlemak-suppositoria">oleum cacao</a></strong> merupakan lemak yang diperoleh dari biji Theobroma cacao yang dipanggang. Secara kimia adalah trigliserida yang terdiri dari oleapalmitostearin dan oleo distearin. Pada suhu kamar, berwarna kekuning-kuningan sampai putih padat sedikit redup, beraroma coklat, melebur pada 30-36<sup>o</sup>C dengan titik leleh :31-34<sup> o</sup>C.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleum Cacao <span id="more-228"></span>mudah larut dalam kloroform, eter, petroleum spirit, larut dalam etanol panas, sedikit larut dalam etanol 95%. Pemanasan diatas 36<sup> o</sup>C menyebabkan pembentukan kristal metastabil. Oleum cacao disimpan di suhu &lt; 25<sup> o</sup>C</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bentuk polimorfisa</strong>. Pembentukan polimorfisa ini tergantung dari derajat pemanasan, proses pendinginan dan keadaan selama proses.</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Bentuk α melebur pada 24<sup>°</sup>C diperoleh dengan pendinginan secara tiba-tiba sampai 0<sup>o</sup>C.</li>
<li>Bentuk β diperoleh dari cairan oleum cacao yang diaduk pada suhu 18-23 <sup>0 </sup>C titik leburnya 28-31<sup> o</sup>C</li>
<li>Bentuk stabil β diperoleh dari bentuk β’, melebur pada 34-35 <sup>0</sup>C diikuti dengan kontraksi volume</li>
<li>Bentuk γ melebur pada suhu 18<sup>o</sup>C, diperoleh dengan menuangkan oleum cacao suhu 20<sup>o</sup>C sebelum dipadatkan ke dalam wadah yang didinginkan pada suhu yang sangat dingin.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Pembentukan kristal non stabil dapat dihindari dengan cara :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Jika massa tidak melebur sempurna, sisa-sisa krsital mencegah pembentukan krsital non stabil.</li>
<li>Sejumlah kristal stabil ditambahkan ke dalam leburan untuk mempercepat perubahan dari bentuk non stabil ke bentuk stabil. (istilahnya <em>“seeding”)</em>.</li>
<li>Leburan dijaga pada temperatur 28-32 <sup>0</sup>C selama 1  jam atau 1 hari.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Hal-hal yang harus diperhatikan :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Gunakan panas minimal pada proses peleburan, &lt; 40<sup>o</sup>C</li>
<li>Jangan memperlama proses pemanasan</li>
<li>Jika melekat pada cetakan gunakan lubrikan</li>
<li>Titik pemadatan oleum cacao terletak 12-13 <sup>o</sup>C dibawah titik leburnya sehingga dapat dimanfaatkan dalam pembuatan suppositoria (menjaga suppositoria tetap cair tanpa berubah menjadi bentuk tidak stabil)</li>
<li>Penambahan emulgator seperti tween 61 sebanyak 5-10 % akan meningkatkan absorpsi air sehingga menjaga zat-zat yang tidak larut tetap terdispersi/tersuspensi dalam oleum cacao</li>
<li>Kestabilan suspensi dapat ditingkatkan dengan penambahan bahan-bahan seperti Al‑monostearat atau silika yang memberikan leburan oleum cacao bersifat tiksotropik.</li>
<li>Untuk obat-obat yang dapat menurunkan titik lebur oleum cacao seperti minyak atsiri, creosote, fenol, kloralhidrat, digunakan campuran malam atau spermaceti (lemak ikan paus).</li>
</ul>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://duniafarmasi.com/farmasetika/basis-suppositoria" rel="bookmark" class="crp_title">Basis Suppositoria</a></li><li><a href="http://duniafarmasi.com/farmasetika/basis-larut-air-suppositoria" rel="bookmark" class="crp_title">Basis Larut Air (Suppositoria)</a></li><li><a href="http://duniafarmasi.com/farmasetika/metode-pembuatan-suppositoria" rel="bookmark" class="crp_title">METODE PEMBUATAN SUPPOSITORIA</a></li><li><a href="http://duniafarmasi.com/farmasetika/jenis-jenis-suppositoria" rel="bookmark" class="crp_title">Jenis-jenis Suppositoria</a></li><li><a href="http://duniafarmasi.com/farmasetika/dasar-salep-hidrokarbon" rel="bookmark" class="crp_title">Dasar Salep Hidrokarbon</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniafarmasi.com/farmasetika/basis-berlemak-suppositoria/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->

