By Kloe on May 21, 2011
Basis Suppositoriayang penting dari kelompok Basis Larut Air / Campur dengan Air ini adalah basis gelatin tergliserinasi dan basis polietilen glikol (PEG). Basis gelatin tergliserinasi terlalu lunak untuk dimasukkan dalam rektal sehingga hanya digunakan melalui vagina (umum) dan uretra. Basis ini melarut dan bercampur dengan cairan tubuh lebih lambat dibandingkan dengan oleum cacao sehingga cocok [...]
Posted in Farmasetika | Tagged Basis Campur dengan Air, Basis Larut Air, Basis Suppo, Suppositoria |
By Kloe on May 20, 2011
Basis berlemak merupakan basis suppositoria yang paling banyak dipakai, terdiri dari oleum cacao, dan macam-macam asam lemak yang dihidrogenasi dari minyak nabati seperti minyak palem dan minyak biji kapas. Menurut USP, oleum cacao merupakan lemak yang diperoleh dari biji Theobroma cacao yang dipanggang. Secara kimia adalah trigliserida yang terdiri dari oleapalmitostearin dan oleo distearin. Pada [...]
Posted in Farmasetika | Tagged Basis Lemak, Basis Suppo, Oleum Cacao, Suppositoria |
By Kloe on May 11, 2011
Menurut Farmakope Indonesia IV, basis suppositoria yang umum digunakan adalah lemak coklat, gelatin tergliserinasi, minyak nabati terhidrogenasi, campuran polietilenglikol (PEG) dengan berbagai bobot molekul dan ester asam lemak polietilen glikol. Basis suppositoria yang digunakan tergantung pada jenis-jenis suppositoria yang akan dibuat karena sangat berpengaruh pada pelepasan zat terapeutik. Basis suppositoria mempunyai .gplus #___plusone_0, .gplus #___plusone_1,.gplus [...]
Posted in Farmasetika | Tagged Basis Suppo, Suppositoria |